SLEMAN-Peringatan Hari Santri menjadi momen krusial untuk merefleksikan kembali kontribusi nyata komunitasi pesantren dalam merawat bingkai keindonesiaan. Sejak era pergerakan nasional hingga masa kemerdekaan, santri selalu berada di garis depan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wawasan kebangsaan dan nilai-nilai keindonesiaan telah menjadi kurikulum kehidupan di pesantren. Santri dididik tidak hanya untuk memahami ajaran agama secara mendalam, tetapi juga untuk memiliki komitmen kebangsaan yang kuat: menerima Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus nasional yang final.
Di tengah dinamika zaman dan tantangan global, santri Indonesia siap menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi, menangkal radikalisme, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional demi kemajuan bangsa.

